Waktu adalah fasilitas dari-Nya
Media dimana kita sadar kebebasan
Disini disitu disana bebaslah kita mendayagunakannya
Apakah memilih untuk menghadirkan kesadaran diri
Ataukah sebaliknya, acuh tanpa rasa mencampakannya
Padahal dia mengingatkan kita akan kehadiran-Nya
Waktu itu nyata tapi juga tidak nyata
Dengan rasa kita bisa menyadari hadirnya
Faktanya kita punya hak sama karena-Nya
Waktu bagi orang buta beda dengan waktu kita
Waktu bagi orang tuli beda dengan waktu kita
Waktu bagi orang bisu beda dengan waktu kita
Waktu kita masuk didalamnya suka duka
Itulah kebenaran serupa yang kita rasa
Kenapa waktu ada dan kenapa pula kita ada
Adanya mengisyaratkan tentang adanya kesadaran diri
Bawasanya keterbatasan, ketidaktahuan, kelemahan
Kesemua sifat itu sejatinya adalah milik kita
Beda dengan keberadaan-Nya
Karena Dia kita bisa disebut ada
Dia Tak Terbatas, Maha Tahu, dan Abadi
Pada akhirnya mengingatkan kita
Bahwa kita masih di izinkan-Nya
Demi menikmati waktu milik-Nya
Sehingga kesadaran kita ada
Hanya untuk selalu mengingat-Nya
Lalu merasakaan kedekatan dengan-Nya
Disini sebelum kembali pada-Nya